Buat presentasi proposal program Leadership Intermediate Training-Desa (LIT-Desa) berdasarkan dokumen yang saya upload. Tujuan presentasi: Menjelaskan konsep LIT-Desa secara jelas, sistematis, dan meyakinkan kepada pengurus/panitia PII sebagai bahan perencanaan dan pembahasan program. Presentasi harus menunjukkan bahwa LIT-Desa bukan sekadar kegiatan training, tetapi merupakan rangkaian pengembangan kader yang dimulai sebelum training, dilanjutkan dengan aksi nyata di desa, dan memiliki mekanisme keberlanjutan melalui PKP (Perkampungan Kerja Pelajar). Gunakan framework utama: READ — CREATE — LEAD Struktur presentasi sekitar 12–15 slide: 1. Cover — Leadership Intermediate Training-Desa 2. Latar belakang dan kebutuhan program 3. Gagasan utama dan tujuan LIT-Desa 4. Profil dan kriteria peserta — maksimal 15 peserta 5. Gambaran besar alur program 6. Tahap Pra-Training / Field Intensive 7. READ — membaca dan memperluas wawasan 8. CREATE — membuat konten edukasi, esai, dan Action Plan Proposal 9. Screening dan proses seleksi peserta 10. Tahap Training — materi, kajian, leadership, dan implementasi Action Plan 11. Tahap Pasca-Training — laporan, presentasi, dan evaluasi 12. PKP (Perkampungan Kerja Pelajar) sebagai wadah keberlanjutan 13. Sistem monitoring dan pembinaan desa setelah training 14. Timeline/rangkaian program dari pendaftaran sampai keberlanjutan 15. Closing — LIT-Desa sebagai proses kaderisasi, aksi, dan keberlanjutan Tekankan alur: Pendaftaran → Grup Persiapan & Intensif → READ, CREATE, LEAD → Screening → Pengumuman 15 peserta → Training → Implementasi Action Plan → Laporan & Presentasi → Evaluasi → PKP → Monitoring dan Pembinaan Berkelanjutan. Pada tahap pra-training, peserta mengerjakan: - membuat konten edukasi - membuat esai - membuat Action Plan Proposal - membaca buku - mengikuti proses screening Pada tahap training: - materi - kajian - pengembangan kepemimpinan - menjalankan Action Plan Proposal di desa Pada tahap pasca-training: - laporan - presentasi hasil - evaluasi - pembentukan dan penguatan PKP sebagai komunitas keberlanjutan Gaya visual: - profesional, modern, youthful, dan bernuansa pendidikan/kepemudaan - gunakan visual desa, aktivitas lapangan, diskusi, kepemimpinan, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat - gunakan diagram/timeline untuk menjelaskan alur program - jangan terlalu banyak teks dalam satu slide - prioritaskan headline kuat, poin singkat, diagram, dan visual - buat presentasi terasa seperti proposal program kaderisasi yang serius, bukan presentasi seminar biasa. Gunakan storytelling presentation. Jangan hanya memindahkan isi dokumen menjadi bullet points. Setiap slide harus memiliki satu pesan utama yang jelas. Buat hubungan visual yang kuat antara READ → CREATE → LEAD → ACTION → PKP. Gunakan diagram alur dan visual hierarchy yang kuat. Hindari slide yang terlalu penuh. Buat cover dan closing yang kuat secara visual.
Buat presentasi proposal program Leadership Intermediate Training-Desa (LIT-Desa) berdasarkan dokumen yang saya upload.
Tujuan presentasi:
Menjelaskan konsep LIT-Desa secara jelas, sistematis, dan meyakinkan kepada pengurus/panitia PII sebagai bahan perencanaan dan pembahasan program. Presentasi harus menunjukkan bahwa LIT-Desa bukan sekadar kegiatan training, tetapi merupakan rangkaian pengembangan kader yang dimulai sebelum training, dilanjutkan dengan aksi nyata di desa, dan memiliki mekanisme keberlanjutan melalui PKP (Perkampungan Kerja Pelajar).
Gunakan framework utama:
READ — CREATE — LEAD
Struktur presentasi sekitar 12–15 slide:
1. Cover — Leadership Intermediate Training-Desa
2. Latar belakang dan kebutuhan program
3. Gagasan utama dan tujuan LIT-Desa
4. Profil dan kriteria peserta — maksimal 15 peserta
5. Gambaran besar alur program
6. Tahap Pra-Training / Field Intensive
7. READ — membaca dan memperluas wawasan
8. CREATE — membuat konten edukasi, esai, dan Action Plan Proposal
9. Screening dan proses seleksi peserta
10. Tahap Training — materi, kajian, leadership, dan implementasi Action Plan
11. Tahap Pasca-Training — laporan, presentasi, dan evaluasi
12. PKP (Perkampungan Kerja Pelajar) sebagai wadah keberlanjutan
13. Sistem monitoring dan pembinaan desa setelah training
14. Timeline/rangkaian program dari pendaftaran sampai keberlanjutan
15. Closing — LIT-Desa sebagai proses kaderisasi, aksi, dan keberlanjutan
Tekankan alur:
Pendaftaran → Grup Persiapan & Intensif → READ, CREATE, LEAD → Screening → Pengumuman 15 peserta → Training → Implementasi Action Plan → Laporan & Presentasi → Evaluasi → PKP → Monitoring dan Pembinaan Berkelanjutan.
Pada tahap pra-training, peserta mengerjakan:
- membuat konten edukasi
- membuat esai
- membuat Action Plan Proposal
- membaca buku
- mengikuti proses screening
Pada tahap training:
- materi
- kajian
- pengembangan kepemimpinan
- menjalankan Action Plan Proposal di desa
Pada tahap pasca-training:
- laporan
- presentasi hasil
- evaluasi
- pembentukan dan penguatan PKP sebagai komunitas keberlanjutan
Gaya visual:
- profesional, modern, youthful, dan bernuansa pendidikan/kepemudaan
- gunakan visual desa, aktivitas lapangan, diskusi, kepemimpinan, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat
- gunakan diagram/timeline untuk menjelaskan alur program
- jangan terlalu banyak teks dalam satu slide
- prioritaskan headline kuat, poin singkat, diagram, dan visual
- buat presentasi terasa seperti proposal program kaderisasi yang serius, bukan presentasi seminar biasa.
Gunakan storytelling presentation. Jangan hanya memindahkan isi dokumen menjadi bullet points. Setiap slide harus memiliki satu pesan utama yang jelas. Buat hubungan visual yang kuat antara READ → CREATE → LEAD → ACTION → PKP. Gunakan diagram alur dan visual hierarchy yang kuat. Hindari slide yang terlalu penuh. Buat cover dan closing yang kuat secara visual.
Created using ChatSlide
LIT-Desa dirancang sebagai proses kaderisasi untuk mendorong perubahan di desa. Pelatihan sering terhenti di ruang kelas, sehingga perlu ada pendekatan yang lebih praktis. Melalui alur READ → CREATE → LEAD, peserta dilatih dari persiapan hingga aksi nyata. Proses ini mencakup pembinaan berkelanjutan dan refleksi terhadap realitas. Setelah pelatihan, laporan dan evaluasi dilakukan untuk memastikan dampak berkelanjutan, dengan fokus pada kondisi awal, hasil, dan rekomendasi untuk desa.